Aku mulai awal bertemu denganmu
Entah apa yang terlintas di pikiranmu
Aku langsung memilih sebagai temanku
Tetap aku belum mengenalmu
Tiba tiba kau menghampiriku
Dengan memanggil terus namamu
Apakah ini tanda tanda kamu sahabatku
Alhamdulillah, ya benar ternyata kamu sahabatku
Apa gerangan kamu menghampiriku
Padahal aku belum tahu
Kamu siapa? dan dari mana?
Aku adalah anak pelosok daerah itu, kamu tidak akan mau
Siapa pun dan di mana pun kamu tetap jadi temanku
Oh tentu tidak aku kan anak bau dan tidak tahu malu
Kenapa kau cakap seperti itu?
Karena aku anak miskin tidak cocok bermain sama kamu
Aku tidak memandang hal itu, yang kupandang hanya kesetiaan,
Kesabaran yang kamu punya
Oh baiklah, aku mulai bermain sama kamu ,
Asalkan jangan mengejekku
In Sya Alllah tidak, tapi kalau saya punya banyak tingkah mohon memaklumi
Baiklah, sembari panas matahari memancarkan cahaya kehidupan,
Ayo bermain bersama saat ini
Ayo, setelah bermain kamu mulai mengenalku seluruhnya
Baiklah dari luput hari yang dalam aku mulai menerimamu
Dan perlahan kamu menjadi sahabatku
Terheran heran kenapa kamu memaksa aku menjadi sahabatku
Padahal kamu belum mengenal ikut sedalam lautan samudera
Ya kalau kamu mengajaknya aku mau ikut
Iya pasti, akan kurangkul semua sahabatku
Dan kita jalani suka duka bersama
Walaupun badai dan halangan menerpa kita tetap menjadi sahabat selamanya
Terima kasih sahabatku kenang selalu dirimu
@sajaktanpabaris
nb: Friendship is the shadow of the evening, which strengthens with the setting sun of life
Tidak ada komentar:
Posting Komentar