Datangi lalu berbincang sana-sini sambil menikmati hidangan yang tersaji tanpa harus berbasa-basi lagi,
Yang kini ....
Telah menepi bersama kekecewaan diri
Yang membuat diri ini tak tahu lagi
Harus mengejar mimpi atau menunggu dirimu kembali,
Yang kini kugapai sebuah impian,
Impian? Mungkin itu kebingungan akan harapan yang tersimpan maupun kusembunyikan
Dibalik catatan coretan tinta hitam
Yang bersemayam dalam kubangan kelam bersama
Malam yang berkembang dalam liang tak bertuan
Yang aku hanya bisa baca, baca dan terus baca.
Membaca mengenai sikapmu yang memberikan sinyal ataupun bercerita
Terus terang dalam gemerlapnya seutas tali yang sefrekuensi
Yang menjadi penghubung antara aku dan kamu
Tapi diri ini masih ragu untuk mendekati lagi karena luka yang diri ini berikan cukup membuat diri ini tak ter maafkan,
Yang dulu kau lukaiku dengan kata-kata yang tak seharusnya kau ucap,
Bukan kata melainkan sikap yang tak ter relakan yang kusebut kecelakaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar