Sabtu, 19 November 2022

2 Insan Tak Sepihak

Datangi lalu berbincang sana-sini sambil menikmati hidangan yang tersaji tanpa harus berbasa-basi lagi,

Yang kini ....

Telah menepi bersama kekecewaan diri 

Yang membuat diri ini tak tahu lagi

Harus mengejar mimpi atau menunggu dirimu kembali, 

Yang kini kugapai sebuah impian, 

Impian? Mungkin itu kebingungan akan harapan yang tersimpan maupun kusembunyikan 

Dibalik catatan coretan tinta hitam

Yang bersemayam dalam kubangan kelam bersama

Malam yang berkembang dalam liang tak bertuan

Yang aku hanya bisa baca, baca dan terus baca. 

Membaca mengenai sikapmu yang memberikan sinyal ataupun bercerita 

Terus terang dalam gemerlapnya seutas tali yang sefrekuensi

Yang menjadi penghubung antara aku dan kamu

Tapi diri ini masih ragu untuk mendekati lagi karena luka yang diri ini berikan cukup membuat diri ini tak ter maafkan,

Yang dulu kau lukaiku dengan kata-kata yang tak seharusnya kau ucap, 

Bukan kata melainkan sikap yang tak ter relakan yang kusebut kecelakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yakin Akan Selalu Bersama

  Kopi itu terasa pahit Sebab yang manis itu senyummu yang merekah Tegar anggun nan indah Sampai terbawa di alam mimpi   Kala rind...