Senin, 31 Januari 2022

Tanpa Judul part 2

Aku berfikir bahwa kita tidak saling mencintai, tapi perasaan itu sungguh menipu dan sebenarnya aku hanya berkhayal. Karena rasa cinta yang kau berikan hanya sebuah perasaan yang tidak dapat disentuh. Semoga rasa sakit yang kau berikan ini adalah sebuah balasan yang hanya kau berikan padaku. Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dari CINTA, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi. Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tergapai.

Di sini aku selalu mengkhawatirkan keadaanmu yang tak nampak dalam pandanganku, namun perasaan ini tidak pernah ada pada dirimu. Ternyata engkau tidak pernah memiliki kekhawatiran terhadapku, padahal setiap waktu aku selalu BERDO'A.


Jumat, 28 Januari 2022

Senja Berujung Rindu

 Ketika senja telah menghilang
Di situlah goresan tinta yang membakar 
Jiwa yang telah usang
Yang membuat hati ini membara
Meraung- raung dalam kesepian
Menjerit kesakitan, menelan ketidakpastian
Yang pasti belum tentu bisa menyenangkan
Untuk itu lebih baik merangkul kegelapan yang masih setia
Mendekapku meskipun kehampaan
Menghempaskan sampai samudra pengkhianatan
Pengkhianatan antara dia dan yang tak bisa ku sebut
Begitulah gelap dan terang bercumbu dalam malam yang membisu
Membisu yang tanpa henti
Menjauh dengan pasti
Terjatuh dalam aksara yang merindu akan kata temu
Akan tetapi rindu yang membuat rasa candu
Tapi keserakahan membuat langit menjadi abu
Bulan kan jadi rembulan
Hari kan jadi mentari
Bulan kan menyatu dengan alam
Begitulah cinta yang terus membara.

            Buah Karya : Wawan Marsudi dan Niswatun Khasanah

Yakin Akan Selalu Bersama

  Kopi itu terasa pahit Sebab yang manis itu senyummu yang merekah Tegar anggun nan indah Sampai terbawa di alam mimpi   Kala rind...