Kau ibarat senja jingga
merona
Keindahanmu begitu
terpampang jelas di cakrawala
Hingga kau berhasil
memanah berjuta mata
Dan aku…
Aku hanyalah si sederhana
Di antara berjuta mata yang luar biasa
Aku hanya
bisa berdiri di bawah langit senja
Sambal memendam rasa kian yang memaksa
Dengarlah hai yang aku puisikan
Sungguh aku ingin sekali
mengagumimu dalam sunyi
Mengidolakan di dalam sepi
Namun aku tanganku mengadu
Karena
dia tahu siapa yang aku sebut dalam
Tadah
tangan ketika aku berdoa
Karena
kau adalah yang
Aku
puisikan dalam aksara doa
`
Tidak ada komentar:
Posting Komentar